Saat kami berdua ingin masuk kelas, tiba tiba
di atas mejaku ada coklat dan surat.
“Hell, di atas meja kamu
kok ada coklat sama surat? dari siapa tuh?” tanya Bryan
“aku juga enggak tau
siapa yang naru” jawabku dengan perasaan bingung
“coba kamu baca suratnya
deh, siapa tau ada nama pengirim nya!” seru Bryan
Akupun langsung membuka
surat itu :
“coklat ini ku
persembahkan untukmu,semoga kamu suka. Kamu tau kan manis nya coklat? semanis
itulah senyummu yang selalu ku tunggu”
Begitulah isi suratnya.
Tanpa nama dan sangat misterius.
“Hell gimana, siapa
pengirim nya?” tanya Bryan
“entahlah, aku enggak
tau” jawabku dengan nada rendah
“ya udah lain kali kita
cari tau ya!” kata Bryan
Kami berdua pun duduk,
untuk mengikuti pelajaran, Bryan duduk di samping aku. Selama dua jam pelajaran
aku bener bener enggak serius, aku masih kepikiran siapa pengirim nya.
Tiba tiba Bryan
mengagetkan ku.
“hayo lagi mikirin apa
sih?” tanya Bryan
“Aaa… Emm.. eehh… enggak
kok” jawabku gugup
“Bohong. Ah males aku
sama kamu, sekarang main rahasiaan ya. Ok kalau begitu” Kata Bryan sambil
meninggalkan ku
“eh Bryan tunggu, mau
kemana? kitakan sahabat masa marah sih?” kataku membujuk Bryan
“habis kamu sekarang main
rahasiaan sih” jawab Bryan
“iya deh maaf maaf aku
enggak akan begitu lagi” jawabku
Kami pun baikan lagi.
Bell pulang sekolah pun
berbunyi, aku pulang berdua sama Bryan karena rumah kami tidak terlalu jauh.
Esok pagi akupun sekolah.
Ku lihat di atas meja ku ada coklat dan surat.
“siapa sih yang ngasih
seperti ini untuk ku?” tanyaku dalam hati
Tiba-tiba Bryan datang.
“hey Hell, dapat coklat
lagi?” tanya Bryan
“iya nih, aku bingung
siapa yang ngirim!” jawabku
“mungkin pengirim nya itu
naksir sama kamu kali” ledek Bryan
“hahaha lucu kamu ya”
tawaku
Seminggu, dua minggu,
tiga minggu telah berlalu. tetapi pengirim coklat misterius itu masih belum
diketahui. Karena penasaran aku pun sengaja pergi sekolah lebih awal.
Saat sampai di sekolah.
“lho kok pintunya sudah
kebuka? lampunya juga sudah nyala? bukannya jam 05.30 ya pintu ini mulai di
buka? kan belum ada murid yang datang” tanyaku dalam hati
“ya sudahlah aku masuk
aja barangkali di dalam ad petunjuknya” pikirku
Saat didalam aku melihat
laki laki sebayaku sedang menaruh coklat dan surat di atas mejaku.
“siapa kamu?” tanyaku
dengan nada tinggi
Laki laki itu tidak
berani menoleh ke arahku, akhirnya aku pun menghampirinya.
“Bryan…??” jadi pengirim
coklat itu kamu?” tanyaku yang tak menyangka.
“Rachell maaf aku sudah
bohongin kamu, aku enggak punya maksud apa apa kok. Aku cuma…” perkataan Bryan
terputus
“cuma apa?” tanyaku
“aku suka sama kamu…”
kata Bryan sedikit berteriak
Suasana hening sejenak.
“maaf kalau sudah buat
kamu merasa enggak nyaman. Anggap saja tadi hanya lelucon” kata Bryan sambil
pergi meninggalkanku
“tunggu Bryan. Aku juga
suka sama kamu” teriak ku kepada Bryan. Bryan menoleh ke arahku sambil memberi
ku senyuman.
(Sumber : Sonara.id)






0 komentar:
Posting Komentar